DAMPAK JATIGEDE YANG TAK KUNJUNG USAI

DAMPAK  JATIGEDE YANG Dihiraukan Penguasa

Sumedang,28 Februari 2016 by: Andi Setiadi





     Pembangunan  Waduk jatigede adalah mega proyek pemerintah pusat, pembangunan tersebut sudah direncanakan sejak zaman kolonial belanda, proyek yang sudah di ancang ancang sejak zaman bung karno, tersebut baru di operasikan dan selesai pembangunan nya pada agustus 2015 dan mulai digenang pada 31 Agustus 2015, namun penggenangan tersebut mendapat penolakan dari warga otd, tetapi pemerintah  tetap menggenang bendungan jatigede, yang menenggelamkan 5 kecamatan, yaitu Jatigede, Darmaraja, Wado, dan Jatinunggal. 

   Sangat banyak sekali Dampak negatif yang merugikan masyarakat dari bendungan jatigede, beberapa kali warga otd melakukan demo tetapi sampai saat ini tak membuahkan hasil yang konkret. banyak warga yang belum menerima sepenuhnya ganti rugi, dan uang kerohiman masalah ini memang sangat rumit sekali, masalah data yang kurang valid dan lain sebagainya, dari banyak nya permaslaahn tersebut sangat jelas bahwa pembangunan bendungan jatigede sangat ambruradul, tidak terencana dengan baik dan tentunya tidak mempertimbangkan dampak lain yang akan terjadi. ini jadi pembelajaran bagi pemerintah dalam membangun suatu proyek jangan sampai malah membuat masalah yang lebih besar.

   namun dalam hal ini tentunya pemerintah tak mau disalahkan, ya memamng kita maklumi, karena pada dasarnya politik di negeri ini tak ada yang suci, tak ada penguasa yang tulus mengabdi pada rakyat, saya pernah melihat  di youtube seorang warga otd ngamuk dan mencaci pemerintah , beliau tidak menerima uang ganti rugi dan kerohiman, sampai bingung mau pindah kemana, menrutnya pemerintah telah dzalim terhadap rakyat.

    Sebenarnya yang merasakan manfaat dari bendungan tersebut adalah daerah indramayu, majalengka dan cirebon. termasuk pembangkit listrik untuk daerah tersebut, lalu apa manfaat untuk warga sumedang? tak ada manfaat sebenarnya, walaupun tak bisa kita pungkiri bisa menjadi objek wisata, lalu seberapa besar keuntungan dari objek wisata jatigede? bukannnya gratis ? atau dari hasil dagang di pinggir waduk ?
sangat tak terbayar dengan pengorbanan warga yang begitu luar biasa meninggalkan tempat kelahiran mereka, ini jelas penyengsaraan terhadap rakyat, 

tonton video warga otd ngamuk klikdisini
dampak sosial, ekonimi, pendidikan dan lain sebagainya, negara kita bukan lah negara komunis, negara kita adalah negara pancasila, negara yang memberi rasa aman rasa damai rasa hidup sejahtera, dan menghormati dan mengakui hak milik seseorang, bukan prinsip komunis, "sama rasa sama rata"

    Jadi seharus nya pemerintah menghormati hak hidup seseorang, hak hidup rakyat, hak untuk melangsungkan kehidupan di suatu daerah dengan menjamin kesejahteraan, bukannya membuat rakyat sengsara dengan kedok pembangunan, yang banyak madorotnya.

     Maka sudah sepantas nya para warga otd ini, di sebut sebagai pahlawan karena mereka mengorbankan jiwa raga, harta , meeka demi sebuah pembangunan.
semoga dari kejadian ini semua ada hikmahnya.

     Masalah kembali muncul yaitu jalan penghubung Wado menuju sumedang terputus oleh air bendungan jatigede, sedangkan jalan pengganti belum selesai, jelas ini masalah yang sangat luar biasa, karena akan menghambat perekonomian ,pendidikan dal lain sebgainya.
kita tunggu saja kebijakan apa yang akan di buat pemerintah menangga[i dampak luar biasa negatif pembangunan jatigede yang tak kunjung usai.


                             

Comments